Dalam konferensi
kependudukan di Kairo 1994, disebutkan bahwa definisi kesehatan reproduksi
adalah :
Alhamdulillah....Selamat untuk para peserta didik baru MTs Negeri Seyegan yang telah diterima menjadi bagian dari MTs Negeri Seyegan.
Sebagai peserta didik baru yang memasuki jenjang SMP/MTs tentu tidaklah sama dengan ketika masih di SD dulu. Akan banyak hal-hal baru yang akan kalian temui di Madrasah ini yang tidak pernah kalian dapatkan di SD. Sebagai contoh, mata pelajaran yang ada di Madrasah ini terdiri dari bermacam-macam pelajaran yang muatan agamanya lebih banyak jika dibandingkan jika di SMP, apalagi di SD. Mata pelajaran agama yang akan kalian dapatkan di Madrasah ini meliputi, Fiqh, Qur'an Hadist, Bahasa Arab,SKI.
Sedangkan untuk mata pelajaran umum antara lain Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, IPA ( Fisika, Biologi ), IPS ( Geografi, Sejarah ), PKn, Penjaskes, Bahasa Jawa, SBK.
Selain mata pelajaran tersebut di atas ada lagi yang disebut dengan layanan Bimbingan dan Konseling (BK), yaitu proses pemberian bantuan yang diberikan kepada seseorang agar mampu memahami diri, menyesuaikan diri dan mengembangkan diri sehingga mampu mencapai kehidupan yang sukses.
Dalam prakteknya, peserta didik selalu beranggapan bahwa mereka-mereka yang masuk ke BK selalu dianggap anak yang bermasalah, anak yang banyak melakukan pelanggaran, sehingga mereka menjadi takut untuk ke BK. Padahal sudah jelas bahwa justeru BK adalah tempat bagi para peserta didik untuk membantu mereka mampu mengembangkan dirinya, sebagai contoh, peserta didik yang merasa kurang bisa mengikuti pelajaran di kelas maka ia bisa meminta bantuan dari guru BK untuk membantu menyelesaikan masalahnya. Jangan malah diam dan menyimpan masalahnya sendiri sehingga ia akan semakin kesulitan dalam mengikuti pelajaran di kelas. Jadikan guru BK sebagai tempat curhat tentang permasalahan-permasalahan baik itu masalah pribadi, masalah belajar, masalah hubungan sosial maupun masalah karier kedepan kalian. Guru BK akan dengan senang hati membantu kalian, sehingga dalam menuntut ilmu di Madrasah ini akan dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan sedikitpun.
Jangan takut ke BK, anggaplah Guru BK sebagai teman berbagi bagi kalian...Selamat Menempuh pendidikan di Madrasah ini, semoga kesuksesan akan senantiasa menyertai kalian....Amiin.
Kenapa sich untuk menjalankan sholat lima waktu saja begitu berat dan sulit dilaksanakan oleh siswa-siswi MTs ?....Apa sebenarnya yang membuat kalian begitu berat menjalankan sholat lima waktu, apakah karena malaz, karena capek, karena kurang adanya keterlibatan orang tua kepada kalian ? Atau karena apa ?
Setiap ditanya, hampir ada puluhan anak yang tidak menjalankan sholat subuh sebelum berangkat sekolah. Pada saat sholat dhuha dan dhuhur harus ada yang "ngopyak2", harus ada bapak ibu guru yang keliling tiap-tiap kelas, mengajak anak-anak untuk segera keluar kelas dan mengerjakan sholat..Kenapa dan kenapa, selalu saja pertanyaan itu yang selalu muncul dibenak bapak ibu guru.
Mungkin banyak sebab, banyak alasan kenapa kalian begitu sulit untuk diajak sholat. Dan yang paling menentukan adalah karena faktor keluarga. Ketika bapak ibu guru sudah berupaya untuk terus mengajak dan mengajak kalian untuk sholat tetapi di rumah orang tua kalian hanya diam dan bahkan tidak pernah menjalankan sholat, bagaimana mungkin kalian akan menjalankan sholat jika kalian tidak mempunyai teladan yang baik di rumah? Tapi haruskah kalian menjadi korban orang tua ? Haruskah kalian ikut-ikutan ketika orang tua tidak menjalankan sholat kalian juga ikut tidak sholat ?
Andai kalian tahu, makna dan manfaat sholat, tentu kalian akan menjadikan sholat sebagai tempat untuk semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Dalam sholat kita belajar konsentrasi, dalam sholat kita belajar taat, dalam sholat kita belajar dan belajar banyak manfaat yang akan kita peroleh. Disitulah kita bisa curhat kepada Alloh tentang apapun masalah yang sedang menimpa kita, entah itu masalah pacar, masalah belajar, masalah orang tua dan lain-lain. Di usia-usia seperti kalian ini, dimana kalian sedang butuh teman, butuh tempat curhat dan lain-lain pasti kalian akan selamat jika kalian lari kepada Alloh dengan cara sholat, jangan sampai permasalahan yang kalian hadapi membuat kalian malah jauh dari Alloh. Banyak kasus, ketika masalah mendera, entah itu dengan orang tua, dengan teman, dengan siapapun justeru malah minuman keras yang jadi solusinya. Jangan anggap dengan minuman keras masalah akan cepat selesai, justeru dengan minuman keras permasalahan akan semakin mendera kita. Ketika minuman keras sudah menjadi solusi, justeru ini akan menambah masalah, pikiran akan semakin suntuk, tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar, dan yang paling parah jika hal ini ketahuan pihak sekolah, pasti dan bisa dipastikan kalian bisa dikeluarkan dari sekolah. Tentu saja jika sudah diputuskan untuk dikeluarkan, masa depan yang kalian impi-impikan dalam waktu sekejap akan sirna hanya karena seteguk minuman keras.
Oleh karena itu, saatnya kalian menjadikan Alloh semata untuk berbagi, baik suka maupun duka, adukan apapun persoalan yang kalian hadapi hanya dengan sholat. Yakinlah bahwa Alloh yang akan memberikan jalan keluar atas masalah yang sedang kalian hadapi.
Tetaplah optimis, hadapi setiap masalah hanya dengan sholat.
Heran....dari cerita Miko dan teman-temannya yang mengantar ternyata Miko dipukuli teman sekelasnya karena kelas tersebut punya aturan, jika ada yang ramai maka ada yang langsung spontan memberi aba-aba 1, 2, 3....maka seluruh siswa terutama yang putra akan beramai-ramai memukuli siswa yang ramai tersebut. Entah siapa sebenarnya yang memulai dan mencetuskan ide tersebut, nyatanya wali kelasnya saja tidak tahu jka di kelas tersebut ada aturan seperti itu.
Dari kejadian tersebut banyak hikmah yang bisa kita ambil, terutama bagi siswa kelas VII yang menerapkan aturan tersebut.
Kalian boleh menerapkan aturan apapun di kelas untuk menjaga ketertiban kelas kalian, tapi ingat, aturan yang kalian buat haruslah sepengetahuan bapak/ibu wali kelas kalian, dan yang pasti aturan tersebut tidak membahayakan dan merugikan satu dengan yang lainnya. Kenapa kalian tidak membuat aturan, siapa yang tenang yang tidak usil di kelas akan mendapat hadiah pada akhir semester ? bukannya malah main kekerasan ? Jika teman yang kalian keroyok tidak terima, maka kasus ini bisa laku di ajukan dijalur hukum. Apakah kalian berfikir sampai sejauh itu ?
Andai orang tuanya Miko tidak lapor ke sekolahan, maka akan terjadi pemukulan kepada teman-teman kalian yang lain, otomatis akan jatuh banyak korban lagi di kelas kalian. Kami salut atas usaha kalian yang ingin membuat suasanan kelas yang tertib, tapi caranya yang kurang benar. Buatlah kesepakatan-kesepakatan bersama dengan musyawarah dan melibatkan wali kelas, karena wali kelas yang akan mengarahkan keputusan-keputusan yang akan kalian buat sekiranya ada yang kurang baik.
Mulai sekarang di kelas manapun, entah kelas VII, VIII ataupun IX apapun yang kalian buat untuk kemajuan kelas, diskusikan dengan wali kelas kalian dulu. Ada yang ingin membuat seragam kaos untuk satu kelas, ada yang ingin mengadakan arisan satu kelas, ada yang ingin mengadakan pengajian satu kelas, dll semua harus sepengetahuan wali kelas. Karena jika suatu saat terjadi sesuatu dan wali kelas tidak diberitahu sebelumnya maka justeru ini akan membuat rugi satu kelas tersebut.
Okey...selamat membuat aturan kelas yang membuat kalian semakin semangat belajar dikelas dan jangan lupa untuk selalu mendiskusikannya dengan wali kelas kalian masing-masing.
" Bu, ada siswa kelas VII yang dikeroyok"....Belum sempat kami bertanya banyak tiba-tiba datang seorang siswa kelas VII yang datang ke Bimbingan dan Konseling ( BK ) dengan di papah teman-temannya.Setelah masuk BK, siswa tersebut, sebut saja Miko langsung diberi air putih sambil menunggu kondisinya stabil.Baru beberapa menit kemudian Miko sudah bisa di ajak komunikasi dan menceritakan kejadian di kelas VII pada saat pelajaran jam terakhir.
Heran....dari cerita Miko dan teman-temannya yang mengantar ternyata Miko dipukuli teman sekelasnya karena kelas tersebut punya aturan, jika ada yang ramai maka ada yang langsung spontan memberi aba-aba 1, 2, 3....maka seluruh siswa terutama yang putra akan beramai-ramai memukuli siswa yang ramai tersebut. Entah siapa sebenarnya yang memulai dan mencetuskan ide tersebut, nyatanya wali kelasnya saja tidak tahu jka di kelas tersebut ada aturan seperti itu.
Dari kejadian tersebut banyak hikmah yang bisa kita ambil, terutama bagi siswa kelas VII yang menerapkan aturan tersebut. Kalian boleh menerapkan aturan apapun di kelas untuk menjaga ketertiban kelas kalian, tapi ingat, aturan yang kalian buat haruslah sepengetahuan bapak/ibu wali kelas kalian, dan yang pasti aturan tersebut tidak membahayakan dan merugikan satu dengan yang lainnya. Kenapa kalian tidak membuat aturan, siapa yang tenang yang tidak usil di kelas akan mendapat hadiah pada akhir semester ? bukannya malah main kekerasan ? Jika teman yang kalian keroyok tidak terima, maka kasus ini bisa laku di ajukan dijalur hukum. Apakah kalian berfikir sampai sejauh itu ?
Andai orang tuanya Miko tidak lapor ke sekolahan, maka akan terjadi pemukulan kepada teman-teman kalian yang lain, otomatis akan jatuh banyak korban lagi di kelas kalian. Kami salut atas usaha kalian yang ingin membuat suasanan kelas yang tertib, tapi caranya yang kurang benar. Buatlah kesepakatan-kesepakatan bersama dengan musyawarah dan melibatkan wali kelas, karena wali kelas yang akan mengarahkan keputusan-keputusan yang akan kalian buat sekiranya ada yang kurang baik.
Mulai sekarang di kelas manapun, entah kelas VII, VIII ataupun IX apapun yang kalian buat untuk kemajuan kelas, diskusikan dengan wali kelas kalian dulu. Ada yang ingin membuat seragam kaos untuk satu kelas, ada yang ingin mengadakan arisan satu kelas, ada yang ingin mengadakan pengajian satu kelas, dll semua harus sepengetahuan wali kelas. Karena jika suatu saat terjadi sesuatu dan wali kelas tidak diberitahu sebelumnya maka justeru ini akan membuat rugi satu kelas tersebut.
Okey...selamat membuat aturan kelas yang membuat kalian semakin semangat belajar dikelas dan jangan lupa untuk selalu mendiskusikannya dengan wali kelas kalian masing-masing.

