twitter
rss



                Tingkat kedewasaan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan usianya. Mereka yang lebih tua belum tentu lebih dewasa. Lalu, bagaimana mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
          Ada beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang :
1. Intelektual
          Dari segi ini kita dikatakan dewasa dilihat dari kemampuan kita membentuk pendirian. Artinya, kita punya pendirian atau prinsip yang jelas sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh situasi yang menuntut kita untuk bersikap . Tapi, tetap memperhatikan pendapat orang lain walaupun tidak bersandar pada pendapat itu. Kemampuan mengambil keputusan sendiri dengan tegas dan bebas berdasarkan bukti, alasan nyata dan nasihat baik dari orang lain, serta tertanggung jawab dengan segala keputusan kita. Tidak bingung kalau ada masalah, tapi dianalisis sebab-sebabnya sehingga bisa dicari kemungkinan-kemungkinan penyelesaiannya.

2. Emosional
          Kita dikatakan sebagai orang dewasa secara emosional ditandai dengan kemampuan menerima emosi dan menguasainya secara wajar. Artinya, apapun emosi yang sedang kita alami, kita tetap bisa menguasai dan mengelolanya dengan baik. Tidak dipengaruhi rasa takut dan gelisah. Kita bisa mengintrol emosi sehingga tidak merugikan orang lain. Dari sini dapat dilihat bahwa orang dewasa juga punya kecerdasan emosi yang cukup tinggi.

3. Sosial
          Kedewasaan kita dari segi sosial tampak dari keterbukaan terhadap orang lain. Sanggup membuat persahabatan. Tidak bergantung kepada siapa pun, tetapi bukan berarti kita tidak butuh orang lain. Kita bisa menyesuaikan diri dan hormat dengan hukum, kebiasaan dan adat istiadat masyarakat di mana pun kita berada.

4. Moral
          Dari segi moral dapat dilihat dari kesetiaan kita pada asas-asas moral dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya semakin dewasa diri kita, akan semakin mementingkan orang lain daripada diri sendiri.

5. Spiritual
          Kedewasaan dari segi ini bisa dilihat dari cara berkeyakinan yang tidak sempit. Kita mampu bergaul dan membina hubungan baik dengan orang-orang yang keyakinannya berbeda dari diri kita. Kalau sudah mencapai hal itu, kita mampu mencintai orang lain tanpa batas-batas agama, ras, suku atau golongan.
Lalu, apakah seseorang yang disebut dewasa kemudian meninggalkan segala bentuk keceriaan, dan kegairahan hidup ? Tentu saja tidak. Orang dewasa tidak harus selalu bersikap seriut. Adakalanya orang dewasa juga bersikap jahil dan senang bercanda untuk memecah kebekuan atau menurunkan ketegangan.

Penghamat kedewasaan
          Kedewasaan tidak selalu berhubungan dengan umur. Kadang ada orang yang umurnya boleh dibilang tua, tapi sikapnya masih kekanak-kanakan, suka menang sendiri, emosian dan enggak mau kalah. Tapi, ada yang sebaliknya walaupun usianya masih muda, dia mampu menjadi panutan teman-temannya.
          Kedewasaan adalah proses perkembangan kepribadian. Karena proses, jadi nggak bisa instant. Tidak bisa hanya dengan berdandan ala orang dewasa terus jadi orang dewasa. Kedewasaan itu lebih ke sikap kita dalam menghadapi apa pun. Memang sih, mestinya yang umurnya lebih banyak dia akan lebih dewasa karena sudah mengalami banyak haldalam hidup dan lebih banyak belajar dari pengalaman. Tapi nyatanya tidak selalu begitu, ini karena pendewasaan dalam prosesnya bisa mengalami kemajuan, mandek bahkan mundur. Orang yang selalu belajar dari pengalaman dan suka intropeksi diri biasanya proses kedewasaannya makin maju. Artinya, makin hari ia makin tumbuh menjadi manusia yang lebih bijaksana. Sebaliknya, orang yang cepat merasa puas sehingga marasa tidak perlu belajar lagi, manja, tidak mau dikritik dan selalu lari dari masalah akan mengalami hambatan dalam proses pendewasaannya.


Latihan
Ciri paling mencolok dari orang yang tidak dewasa adalah egoisme yang tinggi. Artinya, selalu mementingkan diri sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain. Latihan pertama untuk menjadi dewasa adalah berlatih untuk mengurangi sifat egois kita.
          Latihan selanjutnya adalah belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya. Pada dasarnya orang menjadi egois karena ia tidak mampu untuk menerima dirinya sendiri apa adanya. Jadi, contoh eksplor diri sendiri kekurangan dan kelebihannya. Terimalah apa pun yang ada pada diri sendiri. Hanya dengan menerima diri sendiri apa adanya, kita akan mampu bersikap terbuka pada orang lain.
          Mencintai semua yang ada dalam diri kita sendiri merupakan dasar untuk bisa mencintai semua manusia. Kalau kita mampu mencintai semua manusia apa adanya, itu berarti kita telah sampai di “puncak kedewasaan”.
Kuncinya adalah belajar…. Berlatih…. Belajar…. Berlatih teruuuuuuuuuuuuus !




Sumber : Paramitha


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu...
Kalian tahu, bahwa bulan depan Ujian Kenaikan Kelas ( UKK ) akan segera dilaksanakan. Ternyata sebentar lagi kalian akan naik ke tingkat yang lebih tinggi, tapi ini berlaku bagi siswa yang naik kelas loh....
Lalu sudahkah kalian mempersiapkan diri untuk melaksanakan UKK ? Persiapan-persiapan apa saja yang kalian sudah lakukan ?
Bagi siswa siswi yang sampai hari ini masih bermalas-malasan,yuk diniatkan dalam hati untuk bersiap-siap menyambut UKK dengan penuh semangat..Jangan sampai nanti kalian menyesal, ada yang nilainya jelek dan bahkan ada yang harus tinggal kelas,,kasihan...kasihan....kasihan....
Oleh karena itu, mulai sekarang ( mumpung belum terlambat ) kalian siapkan diri masing-masing agar apa yang menjadi harapan dan keinginan kalian bisa terwujud.
Lalu apa yang harus kita persiapkan mulai sekarang ?
·         Niatkan dalam hati untuk bersemangat dan merasa senang menyambut UKK
Dengan perasaan senang apa yang akan kita lakukan akan menghasilkan sesuatu/hasil yang baik.
·          Meringkas Materi
Siapkan materi yang akan diujikan kemudian buat ringkasan di buku atau kertas gulung sehingga memudahkan dibawa kemana-mana. Dengan cara ini diharapkan kalian akan mudah untuk belajar karena materi yang sudah diringkas akan membuat kalian mudah dalam menghafal atau mempelajari mata pelajaran tertentu.
·         Belajar Kelompok
Cara ini juga akan membantu kalian dalam belajar, dengan belajar kelompok materi yang sulit bisa kalian selesaikan bersama di dalam kelompok tersebut. Disamping itu jika ada beberapa siswa yang kurang paham dengan mata pelajaran tertentu, teman yang lain yang sudah paham bisa membantu menjelaskan kepada temannya tersebut.
Kendala dari kegiatan belajar kelompok ini adalah tempat, dimana masing-masing dari kalian rumahnya tentu ada yang dekat dan ada yang jauh, maka sebaiknya carilah teman dalam kelompok yang rumahnya saling berdekatan atau tidak terlalu jauh. Kalau ternyata teman-temannya jauh maka tempatnya bisa mengambil di Sekolah atau Madrasah saja setelah pulang sekolah.

Mungkin itu cara yang bisa kalian lakukan untuk menyambut UKK,,,masih banyak cara yang bisa kalian lakukan untuk memudahkan kalian belajar , semua tergantung dari kemampuan kalian masing-masing.

Kalau begitu, sudahkah kalian siap untuk melaksanakan UKK bulan depan ??........



Mungkin diantara kalian ada yang pernah melihat setan ? Bagaimana sich wujud setan itu ? Benarkah jika kita keliru dalam pergaulan karena ada campur tangan setan ?
kita bahas yuk….

Dalam pergaulan sehari-hari tidak lepas dengan yang namanya pergaulan antara laki-laki dan perempuan, apalagi didunia pendidikan atau di sekolah. Banyak kita jumpai perempuan bergaul dengan perempuan, laki-laki dengan laki-laki. Tapi ada juga yang sebaliknya, laki-laki bergaul dengan perempuan juga banyak.

Pergaulan antara laki-laki dan perempuan memang diperbolehkan asalkan dalam batas-batas kewajaran. Mengapa demikian, karena untuk menjaga kehormatan wanita itu sendiri. Apabila antara laki-laki dan perempuan terlalu bebas bergaul maka akan timbul fitnah yang justeru akan merugikan. Berapa banyak kita jumpai kasus yang menimpa perempuan karena salah dalam bergaul, sebagai contoh yang mudah kita temui yaitu hamil diluar nikah. Mengapa wanita sampai bisa menyerahkan harta yang sangat berharga kepada laki-laki yang jelas-jelas bukan suaminya ? Pembahasan ini akan kita telaah lebih lanjut dengan mencari sebab-sebab terjadinya kasus seperti ini.
Wanita pada dasarnya dikasih hati yang lembut karena wanitalah yang dibebankan amanah untuk bisa mengasuh dan merawat anak-anaknya dengan kelebihan kelembutan hatinya dibandingkan dengan laki-laki. Hati yang lembut membuat hati wanita lebih sensitive, mudah menangis, mudah merasa berbesar hati jika dipuji dan mudah rapuh jika terkena kritikan pedas (meski tidak semua wanita merasakan hal ini).

Ketika seorang perempuan mempunyai teman dekat yang berupa laki-laki maka disitulah penggoda dan musuh manusia mulai menjalankan aksinya, dialah setan. Kadang kala kita tidak menyadari, kita beranggapan nggak ngapa-ngapain kok bu….padahal dari yang biasa-biasa saja kemudian akan timbul hal-hal yang jauh menyimpang dari yang kita bayangkan. Mengapa perempuan begitu mudah menyerahkan kehormatannya? Banyak faktor yang terjadi, bisa karena cinta, bisa karena butuh uang, bisa karena di ancam dan masih banyak lagi alasan-alasan yang menjadi penyebab kenapa wanita berbuat senekat itu.

Oleh karena itu, mulailah dari sekarang, berhati hatilah dalam berteman, jangan mudah menyerahkan kehormatan kalian wahai wanita hanya karena cinta. Laki-laki yang baik bukanlah laki-laki yang mau meminta kehormatan kalian, tetapi laki-laki yang baik adalah laki-laki yang benar-benar menjaga kehormatan kalian.

Isi hari-hari kalian dengan prestasi-prestasi yang membanggakan, tunjukkan pada dunia bahwa kita mampu. Jangan sampai masa depan kalian sia-sia, hancur ditengah jalan hanya karena nafsu sesaat…
Tetap semangat, jadikan hari ini lebih baik dari yang kemarin !



Memilih teman bukanlah perkara yang mudah, tentu setiap manusia membutuhkan yang namanya teman. Kalian sebagai seorang pelajar tentu tidak akan bisa lepas dari yang namanya teman.
Kadang apapun yang dilakukan, apapun yang disarankan teman akan cenderung kita turuti dari pada saran dan nasehat dari orang tua kita sendiri. Itulah dahsyatnya pengaruh teman bagi kehidupan kita.
Kalian mungkin tidak masalah dengan teman yang selalu mengajak dalam hal kebaikan, tentu ini akan menguntungkan bagi masa depan kalian. Masalahnya adalah jika kita dihadapkan dengan seorang teman yang justeru menjerumuskan kita untuk senantiasa melakukan hal-hal yang kurang baik, bisa mengajak membolos, mengajak minum-minuman keras, mengajak bermain tanpa kenal waktu. Hal ini jika kalian biarkan tentu akan merugikan diri kalian.Lalu bagaimana sikap kita seandainya ada diantara teman-teman kita yang mengalami hal semacam ini, apakah harus di ikuti atau bagaimana…..
Berikut tips melepaskan diri dari lingkungan pertemanan yang kurang baik, tentu tanpa menyinggung perasaannnya.
@ Membatasi diri
Jika
kalian ingin melepaskan diri dari teman yang kurang baik, saatnya untuk mulai membuat jarak pada hubungan kalian. Batasi intensitas bertemu atau kumpul bersama.
Jika kemarin-kemarin kalian kemana-mana selalu bersama, sekarang saatnya untuk berani menolak dengan cara yang halus, jangan setiap kali ajakannya kalian turuti, semampu mungkin harus bisa mengurangi jalan bareng.Intinya kalian harus punya prinsip, katakana tidak jika memang tidak.

@ Berikan penjelasan dengan cara yang halus
Pada titik tertentu, dia mungkin bertanya tentang perubahan pada diri
kalian. Jika sudah begitu, cobalah menjelaskan alas an yang bisa kalian sampaikan dengan cara yang baik tanpa bermaksud menyinggung perasaannya.

@ Tegas
Jika
teman kalian nyata-nyata memang membawa pengaruh buruk bagi kalian, ambil tindakan tegas. Kalian  mungkin merasa bersalah pada awalnya, namun inilah jalan terbaik untuk hubungan kalian. Seperti yang telah disampaikan diatas kalian harus punya prinsip yang jelas, katakan yang sejujurnya jika memang kalian menginginkan hari esok yang lebih baik.
Teman memang bisa membawa pengaruh baik dan buruk, semua tergantung kalian. Saatnya kalian bisa memilih, mana teman yang baik dan mana teman yang akan membawa kita kedalam keburukan.
Mulai sekarang kenali teman kalian, jika memang selama berteman ada kebaikan-kebaikan yang kalian dapatkan, saatnya dipertahankan dan dilanjutkan. Tetapi sekiranya yang kalian dapatkan justeru kemerosotan dalam belajar, bergaul dll saatnya kalian bisa bersikap dewasa untuk mengakhiri pertemanan.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat khususnya untuk siswa siswi MTs N Seyegan, jika perlu ada penjelasan bisa langsung menghubungi guru Bimbingan dan Konseling.



Sudah pernahkah kalian mempunyai keinginan ?..

Tentu masing-masing orang pernah mempunyai keinginan. Keinginan mempunyai teman yang baik, keinginan mempunyai teman dekat, keinginan untuk disayangi dan masih banyak lagi. Keinginan antara satu orang dengan orang yang lainnya tentu akan berbeda, tergantung kebutuhan masing-masing.

Sebagai seorang pelajar tentu kalian juga tidak akan lepas dari yang namanya keinginan.Ada yang mengingankan HP, ada yang menginginkan sepeda motor, ada yang menginginkan nilai bagus, ada yang menginginkan lulus ujian dan lain-lain.

Lalu bolehkan seorang pelajar menginginkan sesuatu yang sebenarnya belum pantas dia punya?...Kita bahas bareng-bareng yuuuuk......!

Pada suatu hari ada orang tua siswa yang marah-marah karena merasa putranya sudah membayar uang tagihan sekolah tapi belum mendapatkan kwitansi pembayaran. Putranya mengaku ada tagihan uang Rp 250.000 dan Rp 90.000 untuk pembayaran karawitan, kepramukaan dan futsal. Selidik punya selidik akhirnya siswa tersebut mengaku bahwa uang tersebut dia gunakan untuk membeli HP dan Musik Box.

Dari kasus tersebut diatas dapat kita simpulkan, menghalalkan segala cara bisa saja dilakukan oleh seorang pelajar  untuk memenuhi keinginannya. Bagaimana menurut kalian ?

Sebagai seorang pelajar boleh-boleh saja menginginkan HP, tapi kalian juga harus melihat kemampuan orang tua kalian serta manfaat dari HP itu sendiri. Ketika kalian mempunyai keinginan ada baiknya di sampaikan kepada orang tua kalian secara baik-baik. Jangan sampai orang tua tidak tahu apa yang kalian inginkan, itulah perlunya komunikasi dengan orang tua. Berusaha membicarakan dengan cara yang halus, andai orang tua belum bisa memenuhi keinginan-keinginan kalian dengan alasan keuangan, sebagai seorang anak kalian harus bisa memahami mereka.

Banyak faktor kenapa orang tua belum bisa memenuhi keinginan anak, dan yang pasti tidak semua keinginan anak harus dipenuhi saat itu juga. Keinginan yang selalu dituruti tanpa mempertimbangkan efek baik buruk bagi anak, justeru akan membuat anak itu menjadi manja dan tidak mandiri.

Sebagai seorang pelajar fokuskan tujuan kalian untuk belajar, belajar dengan semangat, belajar dengan sungguh-sungguh agar apa yang kalian inginkan dapat terwujud. Apa bisa ?....Mari kita berfikir jauh kedepan, andai kalian bisa menyelesaikan pendidikan kalian dari tingkat MTs/SMP sampai tingkat SMA/SMK ataupun tingkat Perguruan Tinggi bagi orang tua yang mampu menyekolahkan putra putrinya sampai jenjang ini, kemudian kalian bisa bekerja ditempat yang di inginkan tentulah apapun yang kalian inginkan dapat terwujud tanpa harus membebani kedua orang tua dengan catatan niatkan tujuan kalian untuk belajar sungguh-sungguh dan bersabar.

Okey...jelas yach ?....semoga bermanfaat....