Kenapa sich untuk menjalankan sholat lima waktu saja begitu berat dan sulit dilaksanakan oleh siswa-siswi MTs ?....Apa sebenarnya yang membuat kalian begitu berat menjalankan sholat lima waktu, apakah karena malaz, karena capek, karena kurang adanya keterlibatan orang tua kepada kalian ? Atau karena apa ?
Setiap ditanya, hampir ada puluhan anak yang tidak menjalankan sholat subuh sebelum berangkat sekolah. Pada saat sholat dhuha dan dhuhur harus ada yang "ngopyak2", harus ada bapak ibu guru yang keliling tiap-tiap kelas, mengajak anak-anak untuk segera keluar kelas dan mengerjakan sholat..Kenapa dan kenapa, selalu saja pertanyaan itu yang selalu muncul dibenak bapak ibu guru.
Mungkin banyak sebab, banyak alasan kenapa kalian begitu sulit untuk diajak sholat. Dan yang paling menentukan adalah karena faktor keluarga. Ketika bapak ibu guru sudah berupaya untuk terus mengajak dan mengajak kalian untuk sholat tetapi di rumah orang tua kalian hanya diam dan bahkan tidak pernah menjalankan sholat, bagaimana mungkin kalian akan menjalankan sholat jika kalian tidak mempunyai teladan yang baik di rumah? Tapi haruskah kalian menjadi korban orang tua ? Haruskah kalian ikut-ikutan ketika orang tua tidak menjalankan sholat kalian juga ikut tidak sholat ?
Andai kalian tahu, makna dan manfaat sholat, tentu kalian akan menjadikan sholat sebagai tempat untuk semakin mendekatkan diri kepada Alloh. Dalam sholat kita belajar konsentrasi, dalam sholat kita belajar taat, dalam sholat kita belajar dan belajar banyak manfaat yang akan kita peroleh. Disitulah kita bisa curhat kepada Alloh tentang apapun masalah yang sedang menimpa kita, entah itu masalah pacar, masalah belajar, masalah orang tua dan lain-lain. Di usia-usia seperti kalian ini, dimana kalian sedang butuh teman, butuh tempat curhat dan lain-lain pasti kalian akan selamat jika kalian lari kepada Alloh dengan cara sholat, jangan sampai permasalahan yang kalian hadapi membuat kalian malah jauh dari Alloh. Banyak kasus, ketika masalah mendera, entah itu dengan orang tua, dengan teman, dengan siapapun justeru malah minuman keras yang jadi solusinya. Jangan anggap dengan minuman keras masalah akan cepat selesai, justeru dengan minuman keras permasalahan akan semakin mendera kita. Ketika minuman keras sudah menjadi solusi, justeru ini akan menambah masalah, pikiran akan semakin suntuk, tidak bisa berkonsentrasi dalam belajar, dan yang paling parah jika hal ini ketahuan pihak sekolah, pasti dan bisa dipastikan kalian bisa dikeluarkan dari sekolah. Tentu saja jika sudah diputuskan untuk dikeluarkan, masa depan yang kalian impi-impikan dalam waktu sekejap akan sirna hanya karena seteguk minuman keras.
Oleh karena itu, saatnya kalian menjadikan Alloh semata untuk berbagi, baik suka maupun duka, adukan apapun persoalan yang kalian hadapi hanya dengan sholat. Yakinlah bahwa Alloh yang akan memberikan jalan keluar atas masalah yang sedang kalian hadapi.
Tetaplah optimis, hadapi setiap masalah hanya dengan sholat.
Heran....dari cerita Miko dan teman-temannya yang mengantar ternyata Miko dipukuli teman sekelasnya karena kelas tersebut punya aturan, jika ada yang ramai maka ada yang langsung spontan memberi aba-aba 1, 2, 3....maka seluruh siswa terutama yang putra akan beramai-ramai memukuli siswa yang ramai tersebut. Entah siapa sebenarnya yang memulai dan mencetuskan ide tersebut, nyatanya wali kelasnya saja tidak tahu jka di kelas tersebut ada aturan seperti itu.
Dari kejadian tersebut banyak hikmah yang bisa kita ambil, terutama bagi siswa kelas VII yang menerapkan aturan tersebut.
Kalian boleh menerapkan aturan apapun di kelas untuk menjaga ketertiban kelas kalian, tapi ingat, aturan yang kalian buat haruslah sepengetahuan bapak/ibu wali kelas kalian, dan yang pasti aturan tersebut tidak membahayakan dan merugikan satu dengan yang lainnya. Kenapa kalian tidak membuat aturan, siapa yang tenang yang tidak usil di kelas akan mendapat hadiah pada akhir semester ? bukannya malah main kekerasan ? Jika teman yang kalian keroyok tidak terima, maka kasus ini bisa laku di ajukan dijalur hukum. Apakah kalian berfikir sampai sejauh itu ?
Andai orang tuanya Miko tidak lapor ke sekolahan, maka akan terjadi pemukulan kepada teman-teman kalian yang lain, otomatis akan jatuh banyak korban lagi di kelas kalian. Kami salut atas usaha kalian yang ingin membuat suasanan kelas yang tertib, tapi caranya yang kurang benar. Buatlah kesepakatan-kesepakatan bersama dengan musyawarah dan melibatkan wali kelas, karena wali kelas yang akan mengarahkan keputusan-keputusan yang akan kalian buat sekiranya ada yang kurang baik.
Mulai sekarang di kelas manapun, entah kelas VII, VIII ataupun IX apapun yang kalian buat untuk kemajuan kelas, diskusikan dengan wali kelas kalian dulu. Ada yang ingin membuat seragam kaos untuk satu kelas, ada yang ingin mengadakan arisan satu kelas, ada yang ingin mengadakan pengajian satu kelas, dll semua harus sepengetahuan wali kelas. Karena jika suatu saat terjadi sesuatu dan wali kelas tidak diberitahu sebelumnya maka justeru ini akan membuat rugi satu kelas tersebut.
Okey...selamat membuat aturan kelas yang membuat kalian semakin semangat belajar dikelas dan jangan lupa untuk selalu mendiskusikannya dengan wali kelas kalian masing-masing.
" Bu, ada siswa kelas VII yang dikeroyok"....Belum sempat kami bertanya banyak tiba-tiba datang seorang siswa kelas VII yang datang ke Bimbingan dan Konseling ( BK ) dengan di papah teman-temannya.Setelah masuk BK, siswa tersebut, sebut saja Miko langsung diberi air putih sambil menunggu kondisinya stabil.Baru beberapa menit kemudian Miko sudah bisa di ajak komunikasi dan menceritakan kejadian di kelas VII pada saat pelajaran jam terakhir.
Heran....dari cerita Miko dan teman-temannya yang mengantar ternyata Miko dipukuli teman sekelasnya karena kelas tersebut punya aturan, jika ada yang ramai maka ada yang langsung spontan memberi aba-aba 1, 2, 3....maka seluruh siswa terutama yang putra akan beramai-ramai memukuli siswa yang ramai tersebut. Entah siapa sebenarnya yang memulai dan mencetuskan ide tersebut, nyatanya wali kelasnya saja tidak tahu jka di kelas tersebut ada aturan seperti itu.
Dari kejadian tersebut banyak hikmah yang bisa kita ambil, terutama bagi siswa kelas VII yang menerapkan aturan tersebut. Kalian boleh menerapkan aturan apapun di kelas untuk menjaga ketertiban kelas kalian, tapi ingat, aturan yang kalian buat haruslah sepengetahuan bapak/ibu wali kelas kalian, dan yang pasti aturan tersebut tidak membahayakan dan merugikan satu dengan yang lainnya. Kenapa kalian tidak membuat aturan, siapa yang tenang yang tidak usil di kelas akan mendapat hadiah pada akhir semester ? bukannya malah main kekerasan ? Jika teman yang kalian keroyok tidak terima, maka kasus ini bisa laku di ajukan dijalur hukum. Apakah kalian berfikir sampai sejauh itu ?
Andai orang tuanya Miko tidak lapor ke sekolahan, maka akan terjadi pemukulan kepada teman-teman kalian yang lain, otomatis akan jatuh banyak korban lagi di kelas kalian. Kami salut atas usaha kalian yang ingin membuat suasanan kelas yang tertib, tapi caranya yang kurang benar. Buatlah kesepakatan-kesepakatan bersama dengan musyawarah dan melibatkan wali kelas, karena wali kelas yang akan mengarahkan keputusan-keputusan yang akan kalian buat sekiranya ada yang kurang baik.
Mulai sekarang di kelas manapun, entah kelas VII, VIII ataupun IX apapun yang kalian buat untuk kemajuan kelas, diskusikan dengan wali kelas kalian dulu. Ada yang ingin membuat seragam kaos untuk satu kelas, ada yang ingin mengadakan arisan satu kelas, ada yang ingin mengadakan pengajian satu kelas, dll semua harus sepengetahuan wali kelas. Karena jika suatu saat terjadi sesuatu dan wali kelas tidak diberitahu sebelumnya maka justeru ini akan membuat rugi satu kelas tersebut.
Okey...selamat membuat aturan kelas yang membuat kalian semakin semangat belajar dikelas dan jangan lupa untuk selalu mendiskusikannya dengan wali kelas kalian masing-masing.
Bener gak sich kalau gak punya pacar tuch tidak gaul ?...Emmm,apa betul begitu ?
Beberapa hari yang lalu sekumpulan siswi sedang asyik berbincang-bincang dengan teman-temannya di depan kelas, kuhentikan langkah,ku coba ikut nimbrung dengan apa yang mereka perbincangkan..Salah seorang dari mereka nyeletuk, kalau punya pacar tuch enak, belajar jadi semangat. Teman yang lain ikut menimpali, ach gak enak, mosok tiap hari dimintai uang untuk jajan, untuk beli pulsa, untuk beli bensin...pacar saya melorotin uang saya terus bu, tapi selalu saya tidak bisa menolaknya, karena saya cintaaaaaaaaaa banget sama dia. Kemudian Wulan ( nama samaran ) bilang, kalau saya pengen bu pakai " semar mesem " biar Rio ( nama samaran ) tertarik sama saya....Ups, kontan saya kaget, " semar mesem " istilah apalagi itu ?...Dewi ( nama samaran ) yang dari tadi diem langsung menjelaskan bla..bla...bla...kepadaku....Oalah, bisa-bisanya anak usia SMP mengenal klenik begituan atau jangan-jangan gurunya aja yang kurang gaul...hehe
Mendengar komentar-komentar mereka saya maklum, karena saya juga pernah menjadi remaja seperti mereka, pernah merasakan yang namanya jatuh cinta...hehehe. Tapi yang membuat saya jadi heran, kenapa mesti pakai " semar mesem ?". Obrolan kami semakin asyik, diskusi pun berlangsung dengan sangat mengasyikkan.
Pandangan sebagian orang masa remaja adalah masa yang sangat mengasyikkan, menyenangkan. Pada masa usia SMP-SMU masa remaja identik dengan yang namanya punya " pacar ". Mereka beranggapan jika pada masa ini tidak punya pacar kayaknya gak gaul banget dech. Tapi coba kita lihat dari kasus di atas, ada sebagian anak yang mengatakan jika punya pacar belajar jadi tambah semangat. Bener nich ? Kalau kita lihat sekarang ini dimana hampir setiap anak/ siswa punya HP, jika punya pacar otomatis hari-hari mereka akan di isi dengan saling ber sms, saling telfon dll. Apakah dengan cara seperti ini kalian bisa belajar dengan tenang ? Bisa belajar dengan konsentrasi ?...waduuuuh kayaknya gak mungkin dech. Tidur selalu teringat dia, makan teringat dia, bagaimana bisa belajar kalau seperti ini. Belum lagi punya pacar malah dilorotin terus uang sakunya, duh gawat nich bisa dikategorikan pemerasan loh..
Lalu harus bagaimana dongs, apakah kita kudu mutusin pacar kita jika udah ada yang terlanjur pacaran ?...okey mari kita sama-sama bahas hal ini.
Tertarik dengan lawan jenis itu normal dan boleh-boleh saja, justeru malah harus kita pertanyakan jika ada siswa putri suka dengan siswa putri, hadew....jangan dech..Ingat, cinta itu adalah anugerah Alloh yang harus kita syukuri dan kita jaga dengan sebaik-baiknya. Mencintai teman boleh asal tahu batas-batasnya.. Bagaimana dengan pacar ?...untuk hal ini kalau bisa jangan dulu dech, masa depan kalian masih panjang, jangan di sia-siakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Apalagi sampai main " semar mesem " segala.. Perlu kalian ketahui, seseorang tertarik dengan kita bukan karena kita memakai " semar mesem ", tapi seseorang tertarik kepada kita karena kita mempunyai kepribadian yang anggun, sopan, ramah dan menyenangkan..setuju khan ?
Yuk mulai sekarang berbenah untuk menjadi lebih baik.....memanfaatkan waktu dengan belajar sungguh-sungguh, toh kalian sudah punya banyak teman akrab di kelas, usahakan sesama teman saling bantu membantu jika ada salah satu teman kalian yang kesulitan dalam pelajaran..kalau butuh teman curhat datang aja ke BK, kalian bisa curhat sepuasnya dengan Bu Rohmi, Bu Rita atau Bu Febri....okey, kami tunggu curhat-curhatnya......
Siapa yang tidak mengenal minuman satu ini, kalau dulu minuman keras hanya dikonsumsi oleh para orang-orang yang sudah berusia (dewasa ), beda dengan sekarang. Dikalangan anak-anak entah itu tingkat Perguruan Tinggi, SMU,SMP dan bahkan anak SD sudah tidak asing lagi dengan minuman ini.
Lalu benarkah anak-anak didik sekarang sudah benar-benar mengenal dan bahkan begitu dekat dengan minuman ini?
Banyak kasus kita dengar dan kita lihat karena berpesta Miras oplosan akhirnya nyawa meregang sia-sia. Apalagi jika kasus tersebut menimpa anak-anak usia sekolah. Kita mungkin pernah mendengar anak-anak yang lulus SMA, saking senangnya mereka lulus akhirnya berpesta miras. Ini amat sangat disayangkan, kelulusan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, masa depan kalian masih panjang, masih banyak hal-hal yang lebih penting yang harus kalian raih.
Bisa kita bayangkan, seandainya anak-anak usia sekolah sudah pernah dan hampir sering mengkonsumsi miras. Apa yang akan kalian pelajari, apa yang kalian dengar dari bapak ibu guru tidak akan bisa masuk ke otak kalian, karena pada dasarnya minuman keras itu jelas-jelas bisa merusak otak. Kalian masih muda, otaknya juga masih bersih. Ibarat kaset kosong, jika kaset tersebut di isi oleh hal-hal yang kurang baik maka hasilnya juga tidak akan baik. Apabila diusia remaja, tubuh kalian sudah dimasuki hal-hal yang haram maka hasilnya juga akan haram, karena darah itu baik atau buruk tergantung dari apa yang kalian konsumsi tiap hari. Jika tubuh sering dimasuki miras, hari demi hari justeru tubuh kita akan mudah lemah, mudah terkena penyakit. Bagaimana kalian bisa menghafal pelajaran, memahami pelajaran jika otak dan tubuh kalian sudah rusak ? Pengalaman dari orang-orang yang sudah sering mengkonsumsi miras, mengatakan bahwa miras itu pahit, efek dari mengkonsumsi miras ini selanjutnya beban masalah akan hilang. Tapi tahukah kalian apakah beban kalian akan hilang selamanya ? Apakah dengan meminum minuman keras kalian merasa tidak lagi mempunyai beban masalah ?
Sebagai generasi muda yang menjadi harapan orang tua, harapan masyarakat dan harapan negara, cobalah berfikir dengan jernih keuntungan dan kerugian kita jika kita sering mengkonsumsi minuman keras ini. Jika kita sudah tahu untung ruginya, berusahalah untuk mencari langkah-langkah selanjutnya. Ada yang bilang mereka mengkonsumsi miras ini karena orang tua yang sering bertengkar, orang tua yang cerai, tidak pernah mendapat perhatian dari kedua orang tua dan lain-lain.Jika kalian sudah tahu masalah kalian, haruskah miras sebagai jalan keluarnya ? Benarkah miras bisa membantu kalian ?
Hasil renungan-renungan ini sangat baik untuk melangkahkan hati dan kakimu menyongsong masa depanmu. Yang perlu kalian ingat " Tidak ada orang yang hidup tanpa masalah ". Jadi jangan takut dengan masalah, justeru dengan masalah itu Alloh sedang menyiapkan diri kalian menjadi manusia yang tangguh, manusia yang punya prinsip, dan yang pasti manusia yang disayang sama Alloh. Alloh senang ketika ada hamba-Nya yang mengadu dan memohon kepada-Nya ketika hamba tersebut terkena masalah. Dia Alloh sudah berjanji " barang siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan ".Jadi semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Berbeda dengan minuman keras, jika kalian setiap ada masalah larinya bukan ke Alloh tapi malah ke miras justeru kesusahan yang akan kalian dapat, permasalahan yang akan semakin menumpuk yang akan kalian peroleh, karena apa? Kalian hanya akan mendapatkan penyelesaian sesaat, badan terasa ringan, pikiran terasa terbang ke surga. Tapi setelah kalian tersadar semua hanya terasa mimpi, dan masalah kalian belum mendapat penyelesaian. Jika kalian bermasalah lagi dan miras lagi, tentu masalah itu akan semakin menumpuk dan menumpuk.
Sekarang keputusan ada ditangan kalian, kalian bebas memilih, ingin masalah bisa segera diatasi atau ingin masalah terus berlarut-larut tanpa jalan keluar. Dan yang pasti miras bukanlah jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah.....kembalikan semua hanya kepada ALLOH.......

